PT KMI Wire and Cable Tbk: Perjalanan Panjang Produsen Kabel Indonesia Sejak 1972
PT KMI Wire and Cable Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri kawat dan kabel di Indonesia. Perusahaan memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 19 Januari 1972 dengan nama PT Kabelmetal Indonesia.
KMI didirikan dalam kerangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) dengan menggandeng perusahaan asal Jerman, Kabel-und Metallwerke Guetehoffnungshuette AG, yang kemudian dikenal sebagai Kabelmetal Electro GmbH.
Perjalanan komersial perusahaan dimulai pada 1974 ketika KMI meluncurkan produk komersial pertamanya menggunakan merek KABELMETAL. Sejak saat itu, perusahaan terus mengembangkan kemampuan manufaktur dan portofolio produk untuk memenuhi kebutuhan pasar kabel di Indonesia.
Perjalanan Nama KMI Wire and Cable
Dalam perjalanan bisnisnya, PT KMI Wire and Cable Tbk mengalami dua kali perubahan nama.
Pada 20 Desember 1996, nama perusahaan berubah dari PT Kabelmetal Indonesia menjadi PT GT Kabel Indonesia Tbk berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Selanjutnya, pada 2008, perusahaan kembali berganti nama menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk.
Perubahan nama menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk berkaitan dengan strategi perusahaan dalam menggunakan merek KMI Wire and Cable di pasar internasional. Menurut profil resmi perusahaan, sejak pertengahan 2007 perusahaan tetap mempertahankan merek “kabelmetal Indonesia” untuk pasar domestik dan memperkenalkan “KMI Wire and Cable” untuk pasar luar negeri.
Nama PT KMI Wire and Cable Tbk kemudian berlaku efektif pada 2008 setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Resmi Menjadi Perusahaan Terbuka pada 1992
KMI juga memiliki sejarah panjang sebagai perusahaan terbuka di Indonesia.
Pada 6 Juli 1992, saham perusahaan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya melalui penawaran umum sebanyak 10 juta saham kepada masyarakat. Saat ini, saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KBLI. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia juga mencatat tanggal pencatatan saham KMI pada 6 Juli 1992.
Status sebagai perusahaan publik menjadi bagian dari perjalanan korporasi KMI dalam mengembangkan bisnis manufaktur kabel di Indonesia.
Mengembangkan Produksi dari Hulu hingga Kabel
Salah satu tonggak penting dalam pengembangan bisnis KMI terjadi pada 1995 ketika perusahaan melakukan investasi ke sektor hulu dengan mulai memproduksi kawat berbahan baku utama aluminium dan tembaga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat penguasaan terhadap bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kabel.
Dalam perkembangannya, KMI terus memperluas kemampuan produksinya. Laporan tahunan perusahaan mencatat bahwa KMI memproduksi berbagai jenis kabel listrik berbahan aluminium dan tembaga, termasuk kabel untuk kebutuhan tegangan rendah, tegangan menengah, tegangan tinggi, serta kabel untuk aplikasi khusus. Perusahaan juga memproduksi penghantar telanjang berbahan tembaga, aluminium, dan aluminium campuran yang digunakan antara lain untuk transmisi dan distribusi tenaga listrik melalui saluran udara.
Mengembangkan Produk untuk Infrastruktur Kelistrikan
Pengembangan produk menjadi salah satu bagian dari perjalanan KMI dalam industri kabel.
Pada 2010, perusahaan mengembangkan Aluminium Conductor with Composite Core (ACCC). Produk tersebut merupakan salah satu inovasi KMI untuk kebutuhan penghantar pada sistem transmisi tenaga listrik.
Perusahaan kemudian melakukan investasi pada mesin produksi dan peralatan pengujian untuk mendukung produksi kabel tegangan tinggi hingga 150 kV pada 2011. Pengembangan kemampuan tersebut menunjukkan upaya KMI dalam memperluas kapasitas dan jenis produk yang dapat diproduksi untuk kebutuhan infrastruktur ketenagalistrikan.
Dalam perkembangan berikutnya, KMI juga mencatat keberhasilan memproduksi River Crossing Subsea Cables yang kemudian dipasang dan beroperasi di Kalimantan Barat pada 2020.
Menjadi Pemasok untuk Sektor Ketenagalistrikan dan Industri
KMI melayani berbagai segmen pasar yang berkaitan dengan kebutuhan energi dan industri.
Menurut profil resmi perusahaan, KMI merupakan salah satu pemasok kabel tenaga yang memenuhi kualifikasi untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Selain sektor ketenagalistrikan, perusahaan juga memasok kebutuhan sektor swasta dan industri, termasuk minyak dan gas, pertambangan, serta berbagai sektor industri lainnya. Penyaluran produk dilakukan baik secara langsung maupun melalui jaringan distributor dan reseller yang tersebar secara nasional.
Di situs resminya, KMI juga mencantumkan sejumlah segmen pasar yang dilayani, antara lain power transmission, power distribution, power plant and substation, industrial, free market, mining, oil and gas, serta overseas.
Kebutuhan kabel untuk sektor-sektor tersebut mencakup berbagai aplikasi, mulai dari transmisi dan distribusi tenaga listrik hingga kebutuhan instalasi pada fasilitas industri dan proyek infrastruktur.
Memperkuat Sistem Manajemen Mutu
Kualitas menjadi salah satu aspek yang dikembangkan KMI sepanjang perjalanan perusahaan.
KMI memperoleh sertifikasi ISO 9002 untuk produksi kabel pada 1995. Pada 1996, sertifikasi ISO 9002 juga diperoleh untuk fasilitas produksi aluminium dan copper casting yang baru dikembangkan.
Setahun kemudian, perusahaan memperoleh ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan. Selanjutnya, pada 1998 KMI memperoleh ISO 9001 untuk pengendalian desain dalam produksi kabel.
Seiring perkembangan standar internasional, perusahaan kemudian mengadopsi dan memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015. Sistem tersebut mencakup penerapan peningkatan berkelanjutan serta manajemen risiko dalam implementasi sistem manajemen perusahaan.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Keselamatan Kerja
Selain sistem manajemen mutu, KMI juga menerapkan sistem manajemen lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Pada awal 2007, perusahaan memperoleh OHSAS 18001 dan secara bersamaan menerapkan SMK3, yaitu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku di Indonesia.
Sistem tersebut kemudian dikembangkan dengan penerapan ISO 45001:2018 pada September 2020. KMI menyatakan bahwa sistem-sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan dievaluasi secara berkala melalui asesmen tahunan.
Penerapan berbagai sistem manajemen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas produk, mengelola aspek lingkungan, serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan operasional.
Memperluas Produk Melalui Kerja Sama Strategis
Dalam mengembangkan bisnis, KMI juga membangun kerja sama strategis dengan berbagai produsen internasional.
Menurut profil resmi perusahaan, kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan produk sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan mesin dan fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan.
Strategi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya KMI untuk menyesuaikan kemampuan produksi dengan kebutuhan pasar kabel yang terus berkembang, baik untuk sektor ketenagalistrikan maupun berbagai sektor industri.
Lebih dari Lima Dekade di Industri Kabel
Perjalanan PT KMI Wire and Cable Tbk menunjukkan perkembangan perusahaan dari produsen kabel yang didirikan pada 1972 menjadi salah satu pemain dalam industri kawat dan kabel di Indonesia.
Dari awal berdirinya sebagai PT Kabelmetal Indonesia, kemudian menjadi PT GT Kabel Indonesia Tbk, hingga menggunakan nama PT KMI Wire and Cable Tbk sejak 2008, perusahaan terus mengembangkan kemampuan manufaktur, produk, sistem manajemen, serta cakupan pasar.
Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, KMI saat ini memiliki portofolio yang mencakup berbagai produk kabel dan penghantar untuk kebutuhan transmisi, distribusi, pembangkit dan gardu induk, industri, pertambangan, minyak dan gas, hingga pasar luar negeri.
Perjalanan tersebut menempatkan PT KMI Wire and Cable Tbk sebagai salah satu perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung kebutuhan kabel dan penghantar untuk sektor kelistrikan serta berbagai kegiatan industri di Indonesia.
Sumber:
