Berita

Waspadai Cuaca Ekstrim, Ditjen Gatrik Perkuat Sistem Kelistrikan

Menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrim, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan berbagai langkah evaluasi dan mitigasi untuk memperkuat kesiapan sistem ketenagalistrikan nasional. Koordinator Keandalan Instalasi Tenaga Listrik, Yunan Nasikhin, mengatakan evaluasi dan mitigasi sistem ketenagalistrikan diutamakan  untuk wilayah yang pasokan listriknya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Di sisi Kementerian ESDM, sebelumnya kami sudah melakukan evaluasi kesiapan sistem kelistrikan menghadapi kemarau panjang atau El Nino. Tentu ada banyak faktor yang kami evaluasi, mulai dari komposisi pembangkit, kesiapan sistem, hingga mitigasi pada wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap PLTA,” ujar Yunan pada Knowledge Sharing bersama Energy Academy Indonesia (ECADIN) di Jakarta, (4/8/2026).

Ia menambahkan bahwa kegiatan knowledge sharing ini menjadi sarana untuk memperkaya perspektif dalam memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional melalui pembelajaran dari pengalaman negara lain.

Pada kesempatan tersebut, Founder & Executive Director ECADIN Desti Alkano, memaparkan pengalaman Eropa dalam menghadapi gelombang panas (heatwave) yang berdampak pada meningkatnya permintaan listrik, perubahan bauran energi, hingga gangguan pada sejumlah pembangkit listrik.

Menurut Desti, percepatan pengembangan energi terbarukan perlu diimbangi dengan peningkatan fleksibilitas sistem agar mampu menjaga keandalan pasokan listrik di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.

“Renewables boleh tumbuh sangat cepat, namun flexibility harus tumbuh lebih cepat dibandingkan pengembangan renewable itu sendiri. Karena itu, penguatan storage, interkoneksi, demand response, dan flexibility market menjadi pembelajaran penting dari pengalaman Eropa,” jelas Desti.

Sementara itu, Senior Partner ECADIN Zainal Arifin, menjelaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar proyeksi, tetapi telah memberikan dampak nyata terhadap sistem ketenagalistrikan, termasuk di Indonesia.

Ia memaparkan sejumlah contoh gangguan sistem kelistrikan yang dipicu oleh faktor hidrometeorologi, seperti hujan ekstrem, banjir, angin kencang, dan fenomena El Nino yang berdampak pada pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi tenaga listrik.

“Climate change tidak lagi hanya teori, tetapi sudah terbukti memengaruhi seluruh rantai pasok sistem ketenagalistrikan, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi. Karena itu, kita perlu memperkuat perencanaan, kesiapan infrastruktur, kecukupan sumber daya, dan fleksibilitas operasi sistem,” ungkap Zainal.

Knowledge Sharing ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi mitigasi risiko perubahan iklim, sekaligus meningkatkan ketahanan sistem ketenagalistrikan nasional guna mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang andal, tangguh, dan berkelanjutan. (NH)

Sumber: https://gatrik.esdm.go.id/berita/waspadai-cuaca-ekstrim-ditjen-gatrik-perkuat-sistem-kelistrikan